Jual gamis anak perempuan murah

Warna Mempengaruhi Kesehatan Anak

Warna anak anak
Warna anak anak

Menentukan nuansa warna di rumah untuk anak sebenarnya adalah hal yang cukup penting. Warna yang disukai anak seperti pink dan biru belum tentu yang terbaik. Salah satu studi di Amerika menyebutkan bahwa nuansa warna mempengaruhi mood anak sehingga ada efeknya terhadap tumbuh kembang anak. Berikut warna warna mempengaruhi kesehatan anak menurut penelitian, beserta penjelasannya.


1. Merah


Merah adalah warna yang bersemangat. Warna ini menambah energi anak anda, meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan. Pemilihan warna merah cocok untuk anak yang aktif dan memiliki kemampuan fisik yang baik.


2. Pink


Pink adalah warna yang umum disukai oleh anak perempuan. Pink mencrminkan empati, feminim, dan suasana yang menyejukkan. Namun menurut penelitian, warna pink dapat memperburuk sifat anak untuk menjadi pemalu.


3. Kuning


Cerah dan ceria, warna kuning mencerminkan kebahagian dan motivasi. Warna ini dapat menstimulus konsentrasi, meningkatkan metabolisme tubuh dan daya ingat anak. Namun hati hati, terlalu banyak warna kuning akan menimbulkan rasa frustasi.


4. Oranye


Efek warna oranye adalah menenangkan. Menurut penelitian warna oranye akan mempengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi.


5. Biru


Biru adalah warna yang menyejukkan. Dampak baik dari warna biru adalah membuat tubuh terasa dingin, menyelesaikan masalah, dan keadaan yang refresh. Namun dampak buruk dari warna biru adalah membawa kesan sedih.


6. Ungu


Warna ungu ditenggarai mempengaruhi kebijakan dan sisi spiritual anak. Warna ungi ini melambangkan tentang kemewahan dan kesejahteraan.


7. Hijau


Lambang dari alam. Menimbulkan kesan menyejukkan dan menangkan. Warna ini mempengaruhi ketenangan anak dalam menghadapi masalah.

Itulah warna warna yang menurut penelitian dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Nuansa warna ini dapat diimplementasikan menjadi warna cat tembok rumah, baju yang dibelikan untuk anak, dominan warna mainan, dlsb.

Artikel ini hanyalah menurut studi secara empirik, karena sebenarnya yang utama seberapa keyakinan orang tua dalam mendidik anak.