baju muslim anak perempuan

Cara Mendidik Anak Laki-laki Supaya Mandiri

Cara mendidik anak laki-laki
Cara mendidik anak laki-laki


Kemandirian perlu dilatih sejak dini, baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan. Kemandirian adalah hal yang sangat penting karena akan menentukan kualitas hidup seseorang ketika dewasa. Lalu, bagaimana cara mendidik anak laki-laki supaya dapat mandiri? Apa yang akan terjadi jika anak tidak diajarkan kemandirian sejak kecil?
Manfaat Kemandirian
Manfaat Kemandirian
Manfaat Kemandirian 

Orang yang mandiri tidak mudah menyerah. Setelah dewasa, ia juga tidak selalu mengandalkan orang lain, terutama orangtua, untuk memenuhi kebutuhannya. Kemandirian juga dapat menciptakan rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab ketika menjalani hidupnya.
Jika anak laki-laki telah mandiri sejak kecil, hal ini akan tampak dari karakternya. Biasanya, anak tidak mudah rewel dan manja. Jika menghadapi kesulitan, ia akan berusaha untuk mencari tindakan solutif, bukan menyalahkan orang lain atau benda di sekitarnya.
Anak yang mandiri pasti akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak menyusahkan orangtua. Nah, membangun karakter ini pada diri anak lebih mudah dilakukan sejak dini.
Cara Mendidik Anak Laki-laki
Ada beberapa cara mendidik anak laki-laki supaya mandiri sejak dini. Berikut diantaranya:
  1. Tidak terlalu melindungi anak
Tidak terlalu melindungi anak
Tidak terlalu melindungi anak 

Naluri orangtua adalah melindungi buah hatinya dari segala ancaman bahaya. Namun, kadang kala keinginan ini justru menghambat anak untuk tidak berani melakukan apa pun tanpa disertai perlindungan orangtua.
Oleh karena itu, orangtua perlu memberikan kesempatan kepada anak, khususnya anak laki-laki, untuk mengambil risiko. Jangan terlalu melindungi, terutama untuk aktivitas yang bersifat sederhana. Salah satunya, membiarkan anak berangkat sendiri ke sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Awalnya, hal ini memang sulit untuk dilakukan. Namun, orangtua perlu membangun kepercayaan kepada anak laki-laki supaya ia dapat belajar untuk mandiri. Tentu saja, anak dan orangtua harus dalam kondisi yang siap untuk melakukannya.

  1. Mengajari anak untuk berinteraksi dengan orang lain
Mengajari anak untuk berinteraksi dengan orang lain
Mengajari anak untuk berinteraksi dengan orang lain 


Salah satu aspek penting yang mendukung kemandirian adalah dapat berinteraksi dengan orang lain. Bagaimanapun, setelah lepas dari tanggung jawab orangtua, anak harus membangun hubungan dengan orang lain. Nah, hal ini perlu diajarkan sejak dini kepada anak.
Caranya adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk langsung berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini bisa dipraktekkan ketika melakukan  transaksi jual beli, bertamu di rumah orang lain, atau kebetulan bertemu dengan orang baru. Jangan lupa, teladan orangtua sangat penting karena anak akan menirunya.

  1. Memandang kesalahan dengan bijak
Memandang kesalahan dengan bijak
Memandang kesalahan dengan bijak 


Anak bisa jadi tidak mau mandiri karena selalu dihakimi ketika melakukan kesalahan sekecil apa pun. Kebiasaan ini membuat anak takut dan khawatir jika tindakan yang dilakukannya salah dan berakhir dengan hukuman.
Namun, anak laki-laki yang takut mengambil risiko tentu akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu bergantung kepada orang lain ketika dewasa. Oleh karena itu, orangtua perlu belajar memandang kesalahan dengan cara yang bijak. Jangan selalu menghukum anak apabila melakukan hal yang salah, tetapi juga memberikan pemahaman tentang letak kesalahannya.

  1. Memberikan kesempatan untuk menyuarakan pendapat
Memberikan kesempatan untuk menyuarakan pendapat
Memberikan kesempatan untuk menyuarakan pendapat


Kesalahan orangtua lainnya adalah tidak pernah membiarkan anak menyuarakan pendapatnya terhadap suatu hal. Ini akan membuat anak merasa terkekang sekaligus pasrah karena orangtua sudah melakukan segala sesuatu untuknya.
Jangan biarkan anak laki-laki kehilangan “suaranya”. Berikan mereka kesempatan untuk mengatakan sesuatu dan sesekali ikutilah hal itu jika memang tepat untuk dilakukan. Jadi, orangtua tidak boleh selalu mendominasi dan merasa paling benar hanya karena posisinya yang lebih unggul.



Nah, demikian beberapa cara mendidik anak laki-laki supaya dapat mandiri sejak kecil. Mudah untuk dipraktekkan, bukan? Semoga bermanfaat.