baju muslim anak perempuan

Tips Mengatasi Anak yang Susah Diatur

Tips Mengatasi Anak yang Susah Diatur.
Tips Mengatasi Anak yang Susah Diatur.
Anak merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup yang paling di inginkan oleh setiap orang tua, setiap anak yang dilahirkan kedunia berada dalam keadaan suci dan tidak tahu apa-apa, sehingga  kita sebagai orangtua harus bertanggung jawab dalam kehidupannya, mulai dari membesarkannya sampai mendidiknya menjadi seseorang yang benar-benar memiliki akhlak yang baik dan berguna bagi sesama.

Setiap anak pada dasarnya dapat dengan mudah untuk diatur, orangtua dan kondisi lingkungannya lah yang akan membuat perubahan pada sikap anak, maka dari itu orangtua menjadi peran penting untuk mengawasi, mendidik dan mengarahkan anak.

Berikut adalah beberapa tips bagi orangtua untuk mendidik dan mengatasi anak yang nakal, bandel dan susah diatur. 

1. Lakukan Pendekatan kepada Anak

Melakukan Pendekatan Kepada Anak.
Ketika anak anda rewel, nakal dan susah diatur alangkah baiknya jangan hadapi anak terlalu keras, emosional, dan penuh amarah. Sebab cara itu tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada, justru membuat anak semakin rewel dan nakal.

Oleh karena itu kita sebagai orangtua harus melakukan pendekatan yang baik, berilah nasehat dengan lembut bahwa apa yang dilakukannya itu salah tidak baik dilakukan.

2. Dengarkanlah Kemauan Anak 

Mendengarkan Kemauan Anak.
Mendengarkan Kemauan Anak.
Komunikasi dengan anak adalah hal yang paling penting dalam mendidik anak, komunikasi ini tentu harus dua arah. Jika ingin anak mendengarkan Anda, maka Anda pun harus mau mendengarkannya terlebih dahulu. Sebab, anak yang nakal dan susah diatur cendrung memiliki pendapat yang kuat dan senang berdebat demi keinginannya terpenuhi.

Anak bisa berubah menjadi sangat keras kepala jika keinginan mereka tidak lagi didengar oleh orangtuanya. Jadi, cobalah dengarkan keinginan anak anda, jika keinginan nya masih dalam batas wajar untuk anak anda maka selaku orangtua harus berusaha menuruti keinginan mereka, namun jika keinginannya diluar batas wajar alangkah baiknya orangtua menasihatinya secara lembut bahwa apa yang mereka inginkan itu bukan hal yang baik dan sarankanlah hal-hal yang baik yang dapat menarik poerhatian anak, dengan begitu akan membuatnya merasa penting dan menjadi lebih tenang tanpa melawan.

3. Jangan Membiasakan Memaksa Anak

Jangan Membiasakan Memaksa Anak.
Jangan Membiasakan Memaksa Anak.
Anak punya hak untuk memilih, jangan sampai orangtua mengambil langkah dengan memaksa anak untuk melakukan sesuatu, karena sudah bisa dipastikan anak akan semakin enggan dan kehilangan kepercayaan terhadap orangtuanya sendiri. Ketika Anda cenderung memaksa anak untuk melakukan sesuatu, biasanya si kecil akan memberontak dan melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan. Hal ini termasuk dalam bentuk pertentangan, salah satu ciri umum dari anak keras kepala.

Sebaliknya, saat Anda menunjukkan perhatian Anda dengan apa yang anak lakukan, maka anak akan memberikan respon tertentu dan lebih merasa nyaman. Anak akan merasa bahwa orangtuanya sedang memberikan perhatian.

4. Mengajak Anak Bekerja Sama

Mengajak Anak untuk Bekerja Sama.
Mengajak Anak untuk Bekerja Sama.
Dari pada memaksa menyuruh anak untuk melakukan suatu hal, alangkah lebih baik jika orang tua mengajak anak untuk bekerja sama. Gunakan kata-kata seperti “ayo kita lakukan bersama,” atau “bagaimana kalau kita mencobanya bersama-sama?” daripada kalimat yang terkesan menyuruh. Jadi, berusahalah untuk menjadi teman bagi anak agar mereka merasa nyaman.

Di fase perkembangan anak ini, rasa ingin tahunya tentu akan sangat tinggi. Orangtua dapat menjelaskan kepadanya mengapa ia harus bisa bekerjasama dengan orang lain. Jelaskan pada anak bahwa seseorang tentu akan membutuhkan bantuan dari orang lain kelak. Oleh karena itu, kemampuan untuk bekerjasama harus ia miliki sebagai bekal keterampilannya kelak.

5. Mengajak Anak Untuk Berdiskusi

Mengajak Anak Untuk Berdiskusi.
Mengajak Anak Untuk Berdiskusi.
Dalam kondisi tertentu kita sebagai orangtua perlu melakukan negosiasi atau tawar-menawar dengan anak. Sebab, hal ini menunjukkan bahwa kita selaku orangtua tidak serta merta menolak permintaan anak, tetapi memberikan pertimbangan yang akan melatihnya mengambil keputusan yang baik.

Sebagai contoh, ketika anak tetap tak mau tidur meski sudah kita minta dengan baik-baik. Cara yang tepat bukanlah dengan memaksanya untuk segera tidur, tetapi dengan memberikan pertimbangan, tanyakan padanya kapan ia mulai ingin tidur dan tanyakan apa alasannya. Setelah itu, kita bisa mengajaknya berdiskusi dan menentukan jam tidur yang cocok untuk kita sebagai orang tua dan untuk anak tentunya.

6. Jangan Terlalu Memanjakan Anak

Jangan Terlalu Memanjakan Anak.
Jangan Terlalu Memanjakan Anak.
Orangtua ingin memberikan segala fasilitas untuk anaknya, namun kita sebagai orangtua harus sadar kalau ternyata tindakan tersebut secara tidak langsung sangat memanjakan mereka.

Tentu sebagai orangtua kita tahu bahwa sikap memanjakan anak yang ditanamkan sejak dini akan berpengaruh buruk bagi perkembangan anak. Hal itu akan mengakibatkan anak menjadi terbiasa dengan jalan yang mudah ketika dia ingin mendapatkan sesuatu. Hal tersebut akan terlihat ketika suatu saat nanti keinginannya tidak terpenuhi maka anak akan menunjukan sikap yang membangkang terhadap orangtuanya. Maka dari itulah sebagai orang tua jangan memanjakan anak-anak, tetapi perlakukanlah dia dengan baik dan sewajarnya saja.

7. Memberi Contoh yang Baik bagi Anak

Memberi Contoh yang Baik bagi Anak.
Memberi Contoh yang Baik bagi Anak.
Perlu kita tahu sebagai orangtua bahwa anak yang masih dalam tahap pengembangan dan pertumbuhan akan cenderung menirukan apa yang telah anda lakukan. Anak sangat mudah menyerap apapun yang terjadi disekitarnya, maka jika ingin anak tumbuh menjadi sosok yang baik, patuh dan tidak nakal, sebaiknya berikanlah contoh dengan baik pula selaku orangtua. 

Berikanlah contoh sikap yang baik, jangan berkata yang kasar, jangan memarahi anak di depan umum, selain itu, usahakan untuk menjauhkan anak-anak dari perbuatan-perbuatan buruk yang nantinya akan berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan. Sebagai contoh anda harus menjauhkan dari tontonan televisi yang menayangkan kekerasan, teman yang nakal dan tontonan kriminilitas.

Itulah beberapa tips untuk mengatasi anak yang nakal, bandel, dan susah diatur. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan berguna bagi yang membaca.